WUJUDKAN ZONA EKONOMI EKSKLUSIF MAKASSAR
Oleh : M Ridha Rasyid*
Dalam rencana pembangunan nasional Bappenas RI ada 10 daerah yang dipersiapkan menjadi Zona Rkonomi Eksklusif (ZEE), satu diantaranya adalah Kota Makassar yang akan menjadi pintu gerbang di kawasan timur selain Kota Bitung di Sulawesi Utara. Tujuan pembentukan ZEE adalah untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerrataan kawasan pengembangan wilayah berdasarkan potensi yang di,iliki masing daerah yang masuk dalam program tersebut. Ini merupakan peluang yang sangat menggembirakan oleh karena Kota Makassar juga menjadi bagian dari Indonesia Destination 2007 yang oleh pemerintah pusat melalui Departemen Kebudayaan dan Parawisata menetapkan 5 daerah tujuan wisata, yakni Jakarta, Bali, Jogyakarta, Manado dan Makassar. Kedua program ini memiliki keterkaitan dalam rangka meningkatkan animo kunjungan wisata di daerah ini, yang ujung ujungnya juga menimbulkan dampak ekonomi. Namun tulisan ini akan fokus pada upaya mewujudkan Makassar sebagai zona ekonomi eksklsif.
Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah, Kota Makassar dan pemprop Sulawesi Selatan, agar apa yang menjadi keingin dari program tersebut dapat terselenggara sesuai dengan rencana dan berjalan efektif pada tahun 2015 mendatang, antara lain, pertama, sebagai pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan, niaga, jasa, pendidikan serta berbagai kegiatan ekonomi masyarakat, maka harus didukung ketersediaan fasilitas prasarana dan sarana yang cukup. Nilai keekonomian infrastruktur menjadi faktor penentu dari perwujudan Zona Ekonomi Eksklusif sebagai suatu program kelanjuta dari Pembangunan Kawasan Terpadu yang telah digulirkan sebelumnya oleh pemerintah pusat untuk memfokuskan daerah tertentu dalam sebuah kawasan ekonomi yang mempunyai keunggulan tertentu, kedua, adanya dukungan daerah di Sulawesi Selatan atas potensi sumber daya ekonomi yang dihasilkan, ketiga, makassar akan menjadi sentra masuk dan keluarnya barang untuk sebagian wilayah tengah dan seba timur, selain Kota Bitung., keempat, perlunya komitmen pemerintah Kota Makassar, Propinsi dan Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan memberi kontrbusi dan Distribusi barang dan jasa, sehingga benar benar menjadi sentra ekonomi yang bersinergi antar daerah, kelima, partisipasi perbankan dan dunia usaha untuk senantiasa memberikan apresiasi terhadap pemngembangan sektor usaha yang menjadi fokus pengembangan sumber daya. Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah propinsi Sulawesi Selatan sejak beberapa tahun lalu telah menetapkan 10 komoditas unggulan yang akan terus dikembangkan sehingga memiliki nilai keekonomian semakin meningkat dari wakti ke waktu, itu akan menjadi nilai tambah dari kualitas dan volume produksi yang berorientasi ekspor dan pemenuhan kebutuhan nasional.
Faktor faktor yang memengaruhi realisasi dari program ZEE itu seyogyanya mendapat perhatian lebih intens lagi, utamanya oleh pemerintah pusat untuk penyediaan alokasi anggaran yang memungkinkan terjadi percepatan pelaksanaannya, disamping adanya perangkat hukum yang mengikat daerah pada tataran pelaksanaannya.
Juga penerapan sistenm corporate good governance menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi demi tumbuhnya sistem berusaha yang sehat dan akan terus maju. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang tidak ditopang oleh kekuatan sektor riel ibarat “doping” yang efeknya bersifat sementara. Pinjaman yang begitu mudah diperoleh swasta dari pasar uang global pada masa sebelum krisis akhirnya menuai badai ketika dana yang begitu besar tersebut tidak dapat terserap menjadi investasi sektor riel. Dana yang mengapung akhirnya lebih banyak diputar di sektor non riel. Masalah kemudian timbul ketika pinjaman tersebut harus dibayar kembali dengan mata uang asing. Terjadilah perburuan mata uang asing yang sangat luar biasa, yang menyebabkan kursnya meroket terhadap rupiah yang terus terpuruk. Inilah yang memicu pembengkakan utang luar negeri swasta secara menyeluruh dan kemudian melemahkan daya beli (purchasing power) kita, baik terhadap produk jadi maupun bahan baku impor.
Karena tidak mampu membeli bahan baku atau berbagai komponen industri impor, menyebabkan banyak industri gulung tikar. Pengangguran terjadi di mana mana, masalah sosial dan kerawan kamtibmas menjadi bagian kenyataan hidup keseharian. Akibat dari semua permasalahan itu, menjadikan pemerintah tidak lagi dipercayah oleh rakyat. Di era reformasi sekarang ini bukan tidak mustahil krisis multi dimensional jilid II akan terjadi bila kita masih membiarkan inefisiensi, ketidak terbukaan, kolusi, korupsi dan nepotisme melingkupi kalangan swasta dan pemerintah. Oleh karenanya, menjadi sangat penting untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya pemerintahan yang baik (Good Goverment). Namun, tak kalah pentingnya juga adalah membangun kembali sektor swasta yang tangguh, kapabel, transparan dan akuntabel melalui sistem pengaturan korporasi atau perusahaan (corporate governance) yang sungguh sungguh, sehingga dapat kembali dipercaya (credible) di mata pelaku ekonomi global dan mendapat kepercayaan rakyat..
Deskripsi permasalahan yang akan melingkupi program ZEE dalam hubungannya penerapan corporate good governance tersebut, secara dini harus dicarikan bentuk antisipasi dengan mempersiapkan alternatif solusi yang dihadapi dan kemungkinan bakal terjadi, agar ZZE iotudapat berjalan lebih efektif dan maksimal.dan yang paling juga dalam kaitan pencanangan branding kota Makassar akan mendukung percepatan terciptanya ZEE itu dengan seyogyanya memperhatikan berbagai aspek yang mempengaruhinya.
Tak kurang pentingnya adalah menumbuhkan kreasi baru dan menyederhanakan ataupun mendekatkan pelayanan serta birokrasi pengurusan setiap regulasi administratif yang akan diberlakukan, mengeliminasi berbagai bentuk pungutan liar, menghindarkan percaloan tanah. Sebab, bukan tidak mungkin hambatan internal ini akan jauh lebih berpengaruh dibanding faktoir eksternal, seperti iklim berusaha yang disebabkan berbagai gejolak luar yang akan turut mempengaruhi minat berivestasi. Sehingga tansparansi prosedur dan mekanisme menjadi sesuatu yang teramat penting untuk diperhatikan, serta ditumbuhkan sinergitas hubungan antar institusi, baik dalam pemerintahan, dunia usaha dan masyarakat, sehingga bisa membuat Kota Makassar memiliki daya saing dalam menarik berbagai jenis usaha yang akan ditanamkan dikota ini. Serta dukungan pemerintah kota dan kabupaten di Sulawesi Selatan dibawah koordinasi Pemerintah Propinsi serta DPRD akan menjadi komitmen bersama yang di back up oleh pemerintah pusat. Menjadikan Makassar Penuh dengan Harapan, bukanlah kepentingan pemerintah dan masyarakat kota Makassar saja, tetapi perlu ada support dari berbagai pihak, karena kalau tidak, bisa saja program tidak mampu diwujudkan.
Senin, 07 Januari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar