Senin, 07 Januari 2008

PUISI PUISI RIDHA RASYID

Aceh 1
Tiba tiba terlihat dari kejauhan, air laut surut
Tak pernah aku menyaksikan seperti itu
Tak seorang pun memperhatikannya sebagai keajaiban
Tak ada orang dipinggir pantai Meulaboh terusik

Gelombang menyeruak bibir pantai
Setinggi pohon kelapa menampar semua yang ada
Menghisap masuk ke laut mahluk dan benda
Membuat semua yang bergerak terseret dan terdampar

Mayat mayat berserakan
Mobil jadi bertumpuk seperti sengaja di tata
Reruntuhan rumah di mana mana
Orang berlari kocar kacir, tak mengenal siapa dirinya dan dimana keluarganya

Tangis dan ratapan bergemuruh mencari sanak kerabatnya
Hancur lebur, rata dengan tanah
Aceh Menangis, Indonesia Berduka
Aceh menderita, meratapi nasib malang yang menimpanya

Adakah ini sebuah warning
Adakah ini buah tangan dari orang orang yang sengaja menguras tanah Aceh
Ataukah ini pertanda alam yang diakibatkan oleh pemerkosaan alam Aceh
Ataukah, memang menjadi pembelajaran untuk kita

Mari kita bertobat seraya bersimpuh kehadiratNya
Mari kita membantu saudara saudara kita disana
Mengulurkan secercah harapan untuk masa depan
Memperbaiki yang rusak, menata serta membangun kembali Aceh
Sungguminasa, 27 Desember 2004
Aceh 2
Kuburan massal menjadi solusi dari puluhan ribu mayat
Bau menyengat diseantero bumi serambi Mekah
Tumpahan jenazah dari truk truk menelisik hati
Oh, Aceh, Oh sebagian Sumatera Utara, Oh Indonesia
Mengapa semua ini terjadi, Mengapa Sang Khaliq Menimpakan cobaan tak terperi?

Kita hanya bisa bertanya dan menangis
Karena jawabannya ada padaNya
Kita hanya bisa memutar kembali fatamorgana kehidupan
Apah selama ini kita telah mengabdiNya

Rahasia dibalik hikmah yang harus kita cari
Sangat tidak mungkin Tuhan memberi cobaan yang tak mampu kita pikul
Kecuali sudah sangat bertumpuk dosa kita buat
Dan kita bangga dengan penindasan atas rakyat

Ia tidak mampu membalasnya
Ia hanya bisa mengadu dan menengadahkan tangan kepadaNya
Mengeluhkan apa yang telah dibikin sang penguasa wilayah
Perlawanan dari orang orang yang sakit, yang membabi buta

Aceh adalah tanahku, tanah kita semua
Saudara sedaging dari bangsa Indonesia
Aceh dan sebagian Sumatera utara buah dari kerja keras pejuang bangsa ini
Untuk menyatukan kita menjadi sebuah bangsa, Indoenesia
Semoga Allah melindungi Aceh, Meberkati Sumatera, Menjaga Indonesia
Dan, kita melestarikan kebangsaan kita, semoga
Sungguminasa, 02.15, 1 Januari 2005

Tidak ada komentar: