Minggu, 06 Januari 2008

PREDIKSI WAJAH INDONESIA DI TAHUN 2006
Oleh: M. Ridha Rasyid*
Pendahuluan
Diantara harapan optimis dan pesimis melihat Indonesia dalam menapak perjalanannya di Tahun 2006, sesungguhnya merupakan suatu kewajaran, karena tentu saja hal itu sebagai apresiasi semua elemen untuk menujukkan kepekaannya terhadap bangsa ini. Tidak sedikit yang dihantui kecemasan yang teramat dalam, mungkinkah Indonesia dapat menyelesaikan persoalan persoalan yang sedang dihadapinya. Bagaimana dengan masyarakat yang hingga kini masih dihantui ketakutan akan atau sedang mewabahnya berbagai penyakit, bencana alam yang datang silih berganti, kebijakan pemerintah yang sejatinya berpihak kepada rakyat namun itu hanya ada dalam tataran wacana belaka, nasib otonomi daerah yang semakin tidak jelas, tapi amat jelas nuansa sentralistik, aksi terorisme yang datang silih berganti, sehingga mengakibatkan jatuh korban dari orang orang yang tidak berdosa, penyebaran dan penggunaan narkoba, HIV/AIDS yang semakin tidak terkendali, dan fenomena sosial serta penyakit masyarakat lainnya. Ketika menelaah semua kejadian tersebut, orang akan kembali bertanya, masih adakah harapan negara Indonesia akan berdiri tegak, ataukah ia hanya tinggal kenangan sebagai konsekuensi dari berbagai konflik yang terjadi, ataukah justru dengan itu semakin mendewasakan bangsa ini dalam menghadapi berbagai permasalahan, yang kemudian akan menghantarkan bangsa ini sebagai bangsa besar. Bangsa tahan banting dan bangkit berdiri dengan tegak dan semakin besar pengaruhnya ditengah tengah percaturan internasional di atas dunia.
Mari kita simak dan menganalisis fundamental masalah yang kita hadapi agar nantinya kita bisa menentukan langkah kita dalam menapak hari esok yang lebih baik
Politik Dalam Negeri/Luar Negeri
Garis besar permasalahan politik yang dihadapi untuk dalam negeri dapat di bagi dalam beberapa hal (1) pendidikan, pencerahan politik dalam kerangka membentuk budaya politik yang sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia, demokrasi yang bermuara pada penyelenggaraan pemerintah dan lembaga lembaga negara dan partai politik, (2) implikasi dari pelaksanaan otonomi daerah, desentralisasi, serta tugas pembantuan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang belum berjalan optimal dan maksimal, (3) upaya memenuhi hak hak warga negara untuk menyalurkan aspirasinya. Untuk urusan luar politik luar negeri lebih banyak dipengaruhi ketidakmampuan diplomasi dari para Duta Besar yang diempatkan di luar negeri.
Ad. 1. Politik Dalam Negeri. Pemahaman sebagian masyarakat termasuk kalangan elit partai politik, tentang pelaksanaan ketatanegaraan dan cara cara memperoleh kekuasaan cenderung masih mengadopsi cara cara yang tidak beradab, konvensional, primitif serta tradisional, emosinal, paternalistik dengan patron yang tidak jelas. Ini sangat berbahaya dalam kehidupan demokrasi yang hendak dibangun. Cara cara seperti ini seyogyanya harus diubah. Reformasi definisi politik dalam kaitannya dengan kekuasaan harus lebih didasarkan pada azas kemandirian, azas manfaat, azas kebangsaan, dalam bingkai falsafah negara Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 serta budaya yang tumbuh dan berkembang sesuai dinamika masyarakat serta lingkungan yang mempengaruhinya. Kongkritnya, bahwa dalam penyelenggaraan kepartaian, tidak saja diorientasikan untuk memperoleh kekuasaan dengan menggunakan cara apapun dengan mengabaikan norma dan nilai dasar sebagai bangsa, tetapi menjadi keniscayaan menerapkan cara cara yang lebih beradab, etis, serta menghargai sikap berbeda yang berkembang dalam partainya, ataupun jika ia berhadapan dengan partai lain. Dalam pemilu 2009 dan seterusnya partai politik sebagai laboratorium demokrasi sebaiknya mengubah diri, mengubah cara, mengubah cara berfikir dan bertindak yang berada dalam koridor keIndonesiaan dan konteks demokrasi yang sesungguhnya.
Ad. 2. Politik Luar Negeri. Politik luar negeri Bebas-Aktif seyogyanya tetap dipertahankan namun ditingkatkan kualitasnya. Peningkatan kualitas yang dimaksudkan adalah memenuhi kebutuhan dan kepentingan sertta perlindungan menyeluruh warga negara dan negara Indonesia di luar negeri. Jangan sampai dikesankan, seperti yang terjadi selama ini, bahwa Indonesia adalah bangsa yang tidak peduli dengan warganya,dalam berhadapan dengan berbagai diskriminasi, intimidasi, pelecehan maupun penindasan hak hak yang seharusnya dimiliki setiap warga negara dari negara berdaulat.
Pembangunan
A. Ekonomi
Persoalan pokok yang dihadapi oleh perekonomian kita adalah sektorr fiskal, sektor riil, sektor moneter. Dari pembelajaran yang dilakukan dari pengalaman yang dijalani selama kurun krisis ekonomi dan keuangan yang hingga hari ini belum menunjukkan adanya tanda tanda menggembirakan menuju recovery ekonomi, maka sedapat mungkin pemerintah mendorong tumbuhnya investasi, menekan laju pertumbuhan inflasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, menciptakan obyek pendorong bergairahnya dunia usaha, berupaya mengamankan keuangan negara dari kejahatan White Crime, dan segala macam dan bentuk penyelewengan yang selama ini terjadi. Meningkatkan penanganan kasus korupsi dan penggelapan pada semua instansi pemerintah yang mengelola jasa keuangan, serta pembangkangan dunia usaha swasta yang banyak mengemplang utang dalam dan luar negerinya sehingga membebani keuangan negara, menjalin kerjasama dengan negara negara tempat pelarian dan pencucian uang (money laundry) dari orang orang yang selama ini atau mungkin terjadi di masa datang, perlu perhatian lebih terhadap upaya peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat disektor Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi, memberikan proteksi pada beberapa produksi strategik yang dihasilkan, menjalin kerjasama ekspor dengan negara tujuan ekspor, memperbaiki regulasi dan deregulasi terus menerus.
B. Pertahanan dan Keamanan
Dengan semakin meningkatnya eskalasi kemanan dan pertahanan dari berbagai bentuk serangan kemanan, seperti, terorisme, intervensi, serta gangguan keamanan lainnya, sejatinya TNI/POLRI harus berupaya membenahi diri. Usaha pembenahan persenjataan, profesionalisme prajurit, kebijakan pertahanan dan keamanan, peningkatan kesejahteraan keluarga prajurit, serta prasarana dan sarana yang tersedia dalam menjaga batas batas negara, menjadi sesuatu yang tak terelakkan untuk diperhatikan secara serius. Banyaknya klaim yang dilakukan negara tetangga, itu disebabkan ketidakmampuan menjaga wilayah kedaulatan Indonesia, tidak jelasnya batas batas kontinen laut kita, serta batas negara di darat yang hingga belum terselesaikan dengan Timor Leste, Papua New Guinea, Philipinan, Malaysia, dan Brunei Darusslam.
C. Pendidikan, Budaya, Seni dan Parawisata
A.1. Pendidikan
Kebijakan Pemerintah memberikan Dana Bantuan Siswa (BOS) bukan menjadi solusi dari persoalan pendidikan, bahkan menjadi masalah baru yang justru membinggungkan dan membebani orang tua siswa, sehingga kedepannya perlu dipikirkan perlunya pembebasan biaya pendidikan untuk menyukseskan program wajib belajar 9 tahun, atau lebih ditingkatkan lagi Program Wajib Belajar 12 Tahun. Segala bentuk pungutan untuk tingkat SD dibebaskan sama sekali. Tidak seperti sekarang, ada Dana BOS tetapi bukannya berkurang beban orang tua siswa tetapi semakin bertambah. Olehnya itu harus masuk dalam kerangka pembiayaan pendidikan, sehingga siswa SD tidak ada pungutan apapun. Secara bertahap pemerintah mengalokasikan dana untuk SMP dan pada saatnya nanti tingkat menengah atas (SMA/SMK) juga mendapat bantuan pendidikan. Ini sangat dimungkinkan jika komitmen pemerintah untuk menganggarkan sektor pendidikan 20% dari total APBN/APBD, pada saat yang sama peningkatan kualitas pendidikan juga semakin baik ke depannya.
A.2. Budaya dan Seni,
Bahwa bangsa dan negara ini tidak menaruh peduli secara serius terhadap pengembangan seni dan mempertahankan budaya, adalah sesuatu yang tidak terbantahkan. Olehnya itu pemerintah bersama elemen masyarakat, pencinta budaya dan pekerja seni harus bersinergi mengkreasikan seni dan budaya yang bersesuaian dengan dinamika masyarakat, seraya budaya lokal tetap menjadi bahagian yang harus dilestarikan. Prasarana dan sarana pertunjukan seni dan budaya lebih diperbanyak seiring dengan meningkatnya pementasan kesenian dan budaya.
A.3. Parawisata
Sebagai negara yang berada dijalur transportasi yang sangat strategik, dan salah satu negara yang terluas dan terbanyak penduduknya di dunia, potensi alam yang demikian beragam dan kaya budaya dan keindahan alamnya, mestinya sektor budaya ini menjadi andalan memperoleh pendapatan yang tinggi. Tidak tertutup kemudian sektor ini menjadi penopang utama dari sektor pendapatan lain. Oleh karena untuk mempertahankan pendapatan dari minyak, gas dan hasil alam yang tidak dapat diperbaharui, maka parawisata menjadi altenatif utama. Kendalanya adalah, promosi, pengelolaan obyek wisata yang tidak maksimal dan berkelanjutan, orang orang yang menangani parawisata tidak memiliki kompetensi yang cukup, serta kebijakan pemerintah yang tidak dioorientasikan pada sektor ini secara optimal, pada saat yang sama, dunia usaha swasta mengalami hal serupa
Penegakan Hukum
Khusus dibidang penegakan hukum ini, ada beberapa catatan yang perlu mendapat pembenahan, antara lain, seluruh perundang undangan yang tidak berjalan pada semangat penegakan hukum seyogyanya diubah, mengatur hubungan lembaga lembaga negara dan kewenangannya jika terjadi kasus hukum di dalamnya, sehingga siapa memeriksa dan kepatutan yang diperkenankan dalam penyelidikan dan penyidikan tidak menjadi preseden hukum dan penegakannya dimasa datang, membangun komitmen bersama diantara penegak hukum dalam menciptakan sistem peradilan yang berjalan sesuai mekanisme keadilan hukum dan rasa keadilan ditengah tengah masyarakat, membersihkan institusi dari pengaruh intervensi dalam segala bentuknya dari manapun datangnya, serta upaya lain yang dapat diserap atau diadopsi demi tegaknya hukum,. segala kendala yang memungkinkan pihak lain untuk memanfaatkan celah hukum yang bersifat negatif, paling tidak dapat diminimalisir dan kalau bisa ditiadakan.
Menurut hemat saya, sesungguhnya masih ada secercah harapan, seberkas sinar bahwa Indonesia akan tetap bertahan sebagai negara kesatuan, Oindonesia akan tetap eksis dalam menapak perjalanannya, Indonesia masih menjadi bahagian dunia yang senantiasa mendapatkan perhatian dari dunia internasional. Indonesia bagian tak terpisahkan dari adanya ketergantungan antar negara, dan dari sanalah Indonesia akan memerankan dirinya sesuai karakternya sendiri. Indonesia akan tetap berdenyut dan tidak akan berhenti berbuat demi anak bangsanya. Tapi semuanya bertumpu pada pemerintahannya, masyarakatnya dan siapapun yang berkepntingan dengan Indonesia. Insya Allah, saya termasuk orang yang selalu optimis, bahwa Indonesia akan tetap bertahan sebagai negara berdaulat, terlepas sipapun jadi penguasa di dalamnya, sepanjang mengemban amanah rakyat dan menjalankannya dengan sebaik baiknya, maka rakyat Indoensia akan berdiri paling depan untuk menjadi pembela dan pendukungnya, atau bahkan melindunginya. Akhirnya Selamat memasuki tahun 2006, tahun dimana banyak hal yang bisa dilakukan, banyak jalan menuju kesuksesan menyelenggarakan pemerintahan untuk menuju terciptanya bangsa yang sejahtera, makmur dan berkeadilan, semoga, Insya Allah, amin

Tidak ada komentar: