PROFIL POTENSI KOTA MAKASSAR
Oleh: M. Ridha Rasyid
Dalam kedudukannya sebagai ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar yang terletak diantara 119”24’17’38 Bujur Timur dan 5”8’6’19” Lintang Selatan dengan luas wilayah tercatat 175, 77 km persegi yang meliputi 14 kecamatan dan 143 keluarahan dengan iklim yang dilihat dari kelembaban udara sekitar 82 persen, temperatur udara sekitar 26,7”-28,6”c dan rata rata kecepatan angin 3,4 knot.
Secara administratif Kota Makassar terbagi atas 14 kecamatan, 143 keluarahan, 936 RW dan 4580 RT. Jumlah anggota DPRD Kota Makassar tahun 2004-2009 sebanyak 45 orang yang merupakan wakil dari 5 fraksi, 3 orang adalah perempuan, hal ini menunjukkan bahwa kaum perempuan telah diperhitungkan untuk menduduki jabatan legislatif sekalipun porsinya relatif kecil sebesar 7, 32%, namun dalam eksekutif dari sudut persentase sudah diatas 10 % dari seluruh jumlah jabatan yang ada
Penduduk Kota Makassar Tahun 2005 tercatat sebanyal 1. 219. 023 jiwa yang dari 602. 382 laki laki dan 616. 941 perempuan. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin dapat ditunjukkan dengan rasio jenis kelami penduduk kota Makassar yaitu sekitar 97,61 % setiap 100 penduduk wanita terdapat 97 penduduk laki laki.
Pembangunan bidang pendidilan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pembangunan sumber daya manusia suatu negara akan menentukan karakter dari pembangunan ekonomi dan sosial, karena manusia pelaku aktif dari seluruh kegiatan tersebut.
Pada tahun 2005 di Kota Makassar, jumlah Sekolah Dasar sebanyak 441 unit dengan jumlah guru sebanyak 3. 389 orang dan jumlah murid sebanyak 134. 822 orang. Jumlah SLTP sebanyak 154 unit dengan jumlah guru 4. 101 orang dan jumlah murid sebanyak 55. 608 orang. Jumlah SLTA 104 unit dengan jumlah guru sebanyak 2887 orang dan jumlah murid sebanyak 36. 776 orang.
Keberhasilan pembangunan kesehatan dilihat dari bidang kesehatan bisa dilihat dari 2 aspek kesehatan yaitu sarana kesehatan dan sumber daya manusia. Pada tahun 2005 di Kota Makassar terdapat 15 Rumah Sakit, puskesmas 36 unit dan 37 puskesmas pembantu. Disamping sarana kesehatan, ada sumber daya manusia di bidang kesehatan sebanyak 1. 431 orang dan bidan praktek sebanyak 176 orang.
Perkembangan pembangunan di bidang spritual dapa dilihat dari besarnya sarana peribadatan masing masing agama. Tempat peribadatan ummat Islam berupa masjid masing masing berjumlah 738 buah dan 64 buah. Tempat peribadatan Kristen berupa gereja, masing masing 69 buah, 19 gereja Katholik. Tempat peribadatan untuk agama Budha dan Hindu masing masing 3 buah dan 2 buah
Dalam penggunaan lahan yang terdiri atas lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya tegal, kebun, huma, padang rumput, tambak, kolam tebat/empang, lahan yang sementara tidak diusahakan, lahan untuk tanaman kayu kayuan, perkebunan, sawah serta peternakan. Infrastruktur jalam mengalami peningkatan jalan yang lebih baik di banding tahun sebelumnya. Untuk tahun 2005 total panjang jalan 1. 601, 54 kilometer yang bila dibandingkan tahun 2004 yang hanya 1. 593, 46 km atau mengalami peningkatan 10 persen. Juga sama halnya dengan tingkat pemeliharaan jalan terus diupayakan a danya perbaikan, bahkan untuk tahun 2006 akan akan peningkatan dan pemeliharaan jalan di 75 titik dengan alokasi anggaran Rp 30 M
Berdasarkan hasil perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB nilai PDRB mengalami perbaikan dengan peningklatan yang cukup signifikan.
Ini memang diperlukan adanya pemacu sehingga untuk tahun tahun berikut akan tetap mengalami peningkatan yang cukup bermakna.
Seiring dengan hal tersebut, berbagai program yang telah dicanangkan maupun diimplementasikan oleh pemerintah Kota Makassar merupakan kapital yang dapat mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat, pada saat yang sama, hasil yang akan dicapai akan relevan dengan minat masyarakat ataupun individu yang bermukim di luar Makassar akan melirik peluang peluang yang ada. Ini juga tercermin dalam Makassar Great Expectation sebagai pengejawantahan dari seluruh harapan yang ada dalam melakukan pengembaraan pikiran, usaha ataupun bentuk aktifitas lainnya di kota ini. Semoga kesemuanya itu menjadi harapan atau asa bagi kita semua
Profile of Potency of Town Makassar
Makassar is located between 119”24’17’38 East Longitude and 5”8’6’19” South Latitude and owning the area 175, 77 km which iniclude 14 district and 142 chief of village, with climate average relative humidity around 82%, temperatrur around 26,7”-28,6” and average wind velocity around 3,4 knot.
Administrativelly city of Makassar is derivated to 14 districts, 143 Ward, 936 RW and 4. 580 RT. Number of regional Parliament Members of Makassar ind year 2004-2009 was 45 persons, as representatives from 5 fractions, 3 persons werw women, this shown that the womwn have been considered of having duty in legislative, although there was still small potion as 7, 32 % but in executive from the aspect of percentage have above 10 % from entire/all existing occupation amount.
Total population of Makassar in the year 2005 is 1. 219. o23 people: 602 382 males and 616. 642 females. The composition of population by sex. Can showed with sex ratio of Makassar population in 2005 year is 97, 61% percents, it means that for each 100 population of females be found 97 population of males.
The aim of education development is to improve intelectual life of the nation. The development of human resources determine the character of economic and social development, cause the human is a subject of development. In year 2005, in Makassar number of primary school was 441 schools with 3. 389 teachers and 134. 822 pupils. Number of Junior High School was 154 schools with 4. 101 teachers and 55. 608 pupils. Number of Senior High School was 104 schools waith 2. 887 teachers and 36. 776 pupils.
We can see the succes of health development from 2 aspect. They are health facility and humas resouce. In the year 2005 thenumber of hospitals were about 16 units, which consisted of 36 units of public health centre and 37 units of public health subcentre. Be side of health infrastructure, also there is human resources in the health sector number it is 1. 431 people and practice midwife it is 176 people.
The development of the spritual sector can be reflected by the number by the number of worship houses of each religion. Consisted of 895 for all religion.
The land use in Makassar consisted of construction and surrounding fields. Dry field/arble, lands/garden, grass land, dyke, fish pond, temporarily unutilized, woods plantation small holder forest, estate and westland that way the things of with ranch.
The road in Makassar was 1. 601, 54 kilometers. Length of road was changed if compared to 2004, 1. 593,46 kilometers, the asphalt road decreassed about 10%, it make condition of bad road and heavy bad road was decrease. The purpose of communication development to accelerate the information flow to all over region. Information flom can accelerate economic activity in a region.
As according to resulult of GDRP accounting in year 2005, value GDRP at cuurent market price was 16 139. 231 billion rupiahs. Then value of GDRP at constan market price was 11. 985 334 billion rupiahs. Other indicator can drived from GDRP data is GDRP per capita is reach 11. 481 256.
Along with[the mentioned, various program which cymbal have and also implementation by government of Town Makassar represent the kapital which can push the growing of society participation, at the time of same, result to be reached will be relevant with the society enthusiasm and or individual living outside Makassar will peep at the existing opportunity opportunity. This also mirror in Makassar Great Expectation as personification from entire existing expectation in conducting mind adventure, effort and or form the other actifity in this town. Hopefully all the things become the expectation for us all
‘
Minggu, 06 Januari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar