MERENGKUH PRESTASI, MENUAI KRITIK,
LAYAR TERUS BERKEMBANG
Oleh : M. Ridha Rasyid
Sejak dilantik pada 15 Mei 2004, Ilham Arief Sirajuddin – A. Herry Iskandar langsung membuat gebrakan, yang dasar pertimbangannya adalah tidak akan maju suatu kota jika persoalan dasar tidak mendapatkan perhatian yang serius, karena rentetan permasalahan akan senatiasa tumbuh dan berkembang, yang pada akhirnya yang muncul adalah sekedar tambal sulam. Mengacu dari frame berfikir tersebut, maka walikota mencanangkan Gerakan Makassar Bersih. Program ini merupakan langkah jangka menengah dan panjang, karena banyak hal yang melingkupinya. Meski belum meraih penghargaan Adipura, yang merupakan tujuan antara, namun sudah mulai nampak ada gerakan bersama menjaga kebersihan serta partisipasi masyarakat mulai meperlihatkan sesuatu yang bermakna dan Makassar tidak lagi menjadi kota terjorok.
Setelah itu, revitalisasi pantai Losari, yang menjadi garapan pemkot untuk segera direalisasikan, setelah beberapa tahun mengalami stagnasi, oleh karena banyak pihak yang menentang. Namun, bagi Ilham Arief Sirajuddin, juga Herry Iskandar, berprinsip, program harus jalan seraya memberikan pemahaman kepada warganya, dan memang hasilnya cukup membuat masyarakat mahfum atas komitmen pemkot, dan semakin meneguhkan Pantai Losari sebagai icon kota yang dikelilingi infrastruktur yang lebih representatif bagi pengunjung yang menikmati panorama pantai dan sunset-nya.
Tidak hanya berhenti sampai disitu, Walikota juga mencanangkan Gerakan Makassar Gemar Membaca. Beliau mengatakan bahwa untuk menjadikan kota ini sebagai sentra pendidikan di Indonesia, maka terlebih dahulu harus ada instrumen program yang terukur, salah satunya animo baca. Atas keseriusannya banyak elemen yang medukungnya, oleh Perpustakaan Nasional memberi anugerah Puspataloka dan menjadi pilot project Gerakan Baca Nasional. GMGM ini juga disertai dengan program Gerakan Menonton Sehat yang diasumsikan bahwa masyarakat ataupun penonton harus dapat memilih tayangan yang bisa mendorong kecerdasan, edukatif, preventif dan aplikasi pencerahan. Dari sektor transportasi dan lalulintas, pemkot Makassar meraih Wahana Tata Nugraha dari 2004-2006 dan insya Allah 2007 kembali masuk nominasi. Persoalan dasar sebagaimana diurai di atas, juga menyentuh aspek pokok dan kebijakan wajib seperti penyediaan dan distribusi air bersih. PDAM Kota Makassar telah meraih penghargaan Piala Pelayanan Prima atas prestasi yang telah diukir dengan tingkat keterlayanan air bersih hingga 62% dari penduduk yang menjadi konsumen serta sistem manajemen yang diterapkan. Penghargaan yang sama diperoleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan yang mampu menyelesaikan IMB kurang dari 2 minggu .
Pelayanan prima ini diterima pada 2006. Juga pemenuhan kebutuhan dasar pelayanan kesehatan, maka peningkatan pelayanan lebih dioptimalkan sejak 2004 dengan pemberian pelayanan kesehatan gratis di 37 Puskesmas, dan rawat inap kelas 3 di RS.Type C Daya, yang merupakan satu-satunya RS milik pemkot saat ini (direncanakan 2008 peningkatan status Puskesmas Ujung Pandang Baru menjadi RS Type C), serta penetapan standar pelayanan minimum pada semua unit/kantor pelayanan. Untuk bidang pendidikan, pemkot telah mampu memberi perhatian serius atas pemenuhan anggaran pendidikan yang mulai 2004-2007 telah mengalami kenaikan cukup signifikan yakni 13,4%, itu diluar gaji guru, dengan memperbaiki infrastruktur pendidikan, kesejahteraan guru. pendidikan teknis berkelanjutan serta penjenjangan pendidikan yang bermuara pada upaya peningkatan kualitas, dan yang lebih urgen lagi adalah secara bertahap memberikan pendidikan gratis pada 18 Sekolah untuk TA 2006/2007 dan 2009 ditargetkan mencapai 89 Sekolah SD/SMP.
Penanganan kawasan kumuh, pemkot dengan menerapkan sistem land sharing, memperoleh penghargaan sistem penangangan kawasan kumuh secara nasional dan merubah kawasan kumuh menjadi kawasan ramah lingkungan dengan membangun 3 Blok Rusunawa di Kec Mariso dan 1 blok di kawasan industri. Untuk tertib administrasi kependudukan pemkot menerapkan sistem online dan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, gratis penerbitan akta kelahiran setiap tahun 10 ribu lembar akta kelahiran bagi penduduk miskin, termasuk keluarga berencana. Makassar sejak 2005-2006 mendapatkan penghargaan Wirakarya Juni 2007 atas motivasi bagi Pasangan Usia Subur yang mengikuti KB terus mengalami peningkatan, sehingga pertumbuhan penduduk hanya sekitar 1.2%, pada saat yang sama, angka kematian pun mengalami penurunan menjadi 3/100 kelahiran yang pada 2003 masih berkisar 7/100 kelahiran.
Dan revitalisasi Karebosi nampaknya bagai hujan kritik di musim kemarau, artinya terjadi kontroversi dikalangan segelintir orang yang mengklaim Karebosi sebagai sebuah kepentingan pribadi yang dibungkus mengedepankan kepentingan masyarakat. Ini adalah ironi, karena Lapangan karebosi yang gersang dan tebaran debu yang menyesakkan di musim kemarau, dan bagai kubangan yang nyaris menjadi sungai di tengah kota dimusim penghujan justru akan dilakukan pembiaran. Bagi Ilham, ini tidak mungkin. Harus ada terobosan, meski akan sedikit berdebat ala penyair Rendra yang berteriak ditengah oase di padang Pasir. Atau dalam istilah Ilham, harus "sedikit gila" membangun kota anging mammiri. Tiada badai yang tak dapat dilalui, tak ada kritik tak terjawab, itulah filosofi Ilham, yang mengaku "Satpam" nya Makassar.
Makassar, 31 Oktober 2007
Kamis, 27 Desember 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar